Cari Blog Ini

Senin, 06 Agustus 2012

Cerpen Cinta "Pengorbanan Cinta"


PENGORBANAN CINTA

            Deburan ombak, semilir angin dan mentari yang sedang berjalan menuju peraduannya menjadi saksi bisu kebersaman Ray dan Ify.
“Fy, aku berharap cinta kamu gak akan pernah terbenam seperti matahari itu. Aku gak mau hatiku menjadi gelap tanpa cintamu yang menerangi hidupku. Please, don’t leave me. Because, I can’t life without you.” Kata Ray sambil memegang tangan Ify dengan eratnya.
“Ya Ray. Aku janji. Selamanya cintaku hanya untukmu. Tak ada yang lain hanya kamu seorang. ‘Cause, I really really love you.” Jawab Ify lembut. Ray tersenyum. Dia terlihat puas dengan jawaban kekasihnya itu. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh cinta. Panasnya sinar mentari, dinginnya salju, dan dasyatnya badai tak mampu mengalahkan kekuatan cinta mereka. Mereka sangat bahagia.
Suatu pagi, ketika Ray tengah mengendarai motornya menuju ke sekolah. Tiba-tiba… Bruukk…!!! Ray menabrak seseorang yang tengah berjalan kaki.
“Maaf aku gak sengaja nabrak kamu. Kamu baik-baik aja kan, ?” Tanya Ray pada seorang gadis yang ditabraknya.
“Aku baik-baik saja. Hanya saja kakiku terasa sakit, tadi terkena ban sepedamu.” Kata gadis itu.
“Aku benar-benar minta maaf. Aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit.” Ajak Ray panik.
“Gak usah. Tolong anterin aku pulang, karena kakiku sangat sakit” Kata gadis itu.
“Baiklah. Aku akan mengantarkanmu.” Jawab Ray.
Disampainya di rumah gadis yang bernama Sylla itu, Ray langsung mengobati luka-lukanya. Ray tak henti-hentinya meminta maaf pada Sylla. Dia merasa sangat bersalah, hingga Sylla sulit untuk berjalan karena kakinya terluka. Setiap hari Ray selalu datang ke rumah Sylla untuk mengobati lukanya.
“Ray, kamu gak perlu kesini tiap hari hanya untuk ngobatin aku. Aku gak mau ngerepotin kamu” Kata Sylla.
“Aku ngelakuin ini karena aku merasa bersalah sama kamu Sylla. Aku akan datang setiap hari sampai lukamu benar-benar sembuh.” Sahut Ray.
“Tapi aku merasa bersalah sama pacar kamu. Akhir-akhir ini kamu lebih sering disini daripada ketemu sama pacar kamu.” Kata Sylla.
“Kamu gak usah khawatir. Ify sangat mengerti keadaan aku sekarang. Bahkan dia sendiri yang menyarankan aku untuk datang kesini.” Ray menjelaskan.
Rasa bersalah Ray kepada Sylla membuat hari-harinya lebih sering dihabiskan untuk menemani Sylla. Ray mulai merakan suatu hal yang berbeda saat dia bersama Sylla. Benar. Ray mulai menyayangi Sylla. Bukan. Dia mencintainya.
“Apa yang terjadi padaku? Entah kenapa aku merasa nyaman saat bersama Sylla. Apa benar aku mencintainya? Tapi bagaimana dengan Ify. Apa aku masih mencintainya? Ya Tuhan, hamba tak mengerti dengan perasaan hamba saat ini.” Kata Ray dalam hati saat tengah menyuapi Sylla.
“Ray, kamu kenapa?” pertanyaan Sylla membuyarkan lamunan Ray.
“Ti..ti..tidak. Tidak ada apa-apa kok.” Jawab Ray terbata-bata.
“Kamu jangan bohong Ray. Pasti kamu lagi mikirin sesuatu. Kamu lagi mikirin Ify ya? Sebaiknya kamu pergi menemuinya.” Kata Sylla.
“Bukan Sylla. Aku hanya sedang bingung dengan perasaanku sendiri.” Sahut Ray.
“Bingung kenapa?” Tanya Sylla lagi.
“Aku rasa, aku tidak mencintai Ify lagi. Aku telah mencintai orang lain. Aku mencintaimu Sylla” Jawab Ray pelan. Sylla terkejut dengan jawaban Ray itu.
“Tapi bagaimana dengan Ify?” Tanya Sylla.
“Aku akan bicara padanya. Aku gak mau menyakitinya lebih jauh lagi. Tapi, bagaimana dengan hatimu? Apa kamu juga mencintaiku?” sahut Ray.
“Tentu. Selama ini aku sangat ingin menjadi satu-satunya orang yang kamu cintai. Aku ingin menghapus bayang-bayang Ify di hidup kamu. Mungkin aku egois, tapi aku benar-benar ingin memiliki kamu seutuhnya Ray.” Jelas Sylla.
“Sylla, mulai detik ini. Nyawaku, nafasku, hatiku, denyut nadiku dan semua yang ada pada diriku hanya untukmu Sylla. I love you forever. I wanna be the last for you.” Kata Ray yang seketika meluluhkan hati Sylla.
Sepulang dari rumah Sylla, Ray langsung meluncur ke rumah Ify. Rencananya dia ingin mengatakan yang sebenarnya pada Ify tentang hubungannya dengan Sylla dan tentang perasaannya pada Ify saat ini. Ray merasa berat untuk mengatakannya. Namun ini harus dia lakukan. Sesampainya di teras rumah. Ify menyambut Ray dengan hati yang berbunga-bunga. Betapa tidak lelaki yang dicintainya datang menemuinya. Tanpa ingin didahului oleh siapa pun Ray langsung memulai pembicaraan.
“Ify sayang, aku benar-benar minta maaf sama kamu. Aku rasa hubungan ini hanya sia-sia. Cintaku telah berpaling darimu…”
“Stop…!!” kata Ify memotong perkataan Ray lalu memeluk Ray dengan eratnya.
“Aku gak mau denger kamu ngomong lagi Ray. Aku gak mau hal yang paling aku benci terjadi malam ini. Sudah cukup aku merasakan pelukanmu. Aku tak ingin mendengarkan perkataanmu lagi.” Kata Ify seraya mengusap air mata yang mulai membasahi pipinya.
“Ify aku mohon dengerin aku. Aku hanya gak mau nyakitin perasaan kamu lebih jauh lagi. Aku tidak mencintaimu lagi. Hatiku telah kuberikan pada wanita lain. Maafin aku, harus mengatakan hal ini sama kamu, Fy.” Jelas Ray sambil melepaskan pelukan Ify.
“Tapi Ray aku gak bisa kehilangan kamu. Sungguh aku sangat mencintaimu. Apa kamu tidak ingat dengan janji kita dulu. Secepat itukah kamu melupakannya? Apa tak ada sedikit saja kepingan hatimu yang tersisa untukku? Please, katakan padaku semua ini hanya mimpi Ray. Sebentar lagi kita akan terbangun kan?”  rintih Ify.
“Tidak, Fy. Ini bukan mimpi, ini kenyataan yang harus kita jalani. Kita tidak bisa bersama lagi. Aku harap kamu bisa maafin aku. Seperti dahulu, kamu selalu bisa memafkan semua kesalahanku. Aku gak akan pernah melupakanmu. Selamat tinggal.” Kata Ray dan langsung meninggalkan Ify sendirian. Hati Ify sangat hancur. Bak kapal laut yang hancur diterpa badai yang dasyat. Kini semua kenangan indahnya bersama Ray hancur begitu saja.
Setahun kemuadian, Ify masih belum bisa melupakan Ray. Meski hubungan mereka telah berakhir namun Ify tetap tidak bisa melupakan Ray. Cintanya begitu besar kepada Ray hingga tak sedetik pun dalam hidupnya dia lalui tanpa memilikirkan Ray. Disisi lain Ray dan Sylla masih bersama. Sebenarnya, Sylla tidak benar-benar mencintai Ray. Sylla hanya memanfaatkan harta Ray untuk kepentingannya sendiri. Dia juga telah memiliki seorang kekasih namun Ray tidak mengetahuinya. Tanpa sadar Ray hanya dijadikan mesin ATM oleh Sylla. Mungkinkah Ray hanya belum sadar dimanfaatkan seperti itu atau mungkin karena cinta Ray yang begitu besar? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu.
Suatu senja, ketika Ray dan Sylla sedang bejalan-jalan di mall. Ray tiba-tiba pingsan. Sylla terlihat panik. Karena Sylla tidak ingin susah oleh karena itu dia memutuskan untuk meninggalkan Ray dan membiarkannya tergeletak di lantai mall. Memang takdir tidak bisa ditebak. Ify melihatnya. Ify segera menolong Ray dan membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit dokter langsung memeriksa keadaan Ray. Ify merasa sangat cemas karena telah berjam-jam dokter belum juga keluar. “Apa yang sebenarnya terjadi kepada Ray? Ya Tuhan sembuhkanlah segala penyakitnya.” Ujar Ify dalam hati. Tiba-tiba dokter keluar.
“Dokter, bagaimana keadaan teman saya?” Tanya Ify.
“Apa anda belum tahu?  Ginjal Ray rusak. Sebernarnya dari dulu saya telah menganjurkan agar Ray menjalani pengobatan namun Ray tidak mengindahkan anjuaran yang kami berikan. Sehingga sekarang penyakitnya bertambah parah.” Jawab dokter.
“Lalu apa yang harus dilakukan agar Ray bisa sembuh dokter?” Tanya Ify lagi.
“Kita harus segera melakukan operasi. Namun hanya ada satu kendala.” Jawab dokter.
“Katakan dokter? Saya akan membantu sebisa saya” kata Ify cemas.
“Kita perlu orang yang bersedia mendonorkan ginjalnya kepada Ray. Sehingga Ray bisa sembuh. Tapi kita harus menemukannya dengan cepat. Meskipun dengan cuci darah keadaan Ray bisa lebih baik tapi tidak bisa menjamin kesembuhannya. Jalan satu-satunya adalah dengan melakukan operasi agar Ray bisa sembuh total.” Dokter menjelaskan kepada Ify.
“Saya bersedia mendonorkan ginjal saya kepada Ray, Dokter. Asalkan Ray bisa sembuh.”
“Baiklah. Sebelumnya kami harus melakukan tes kecocokan ginjal anda dengan Ray. Setelah itu baru bisa memutuskan langkah selanjutnya.” Sahut dokter.
“Baik dokter.” Ify pun melakukan tes tersebut. Ify sangat berharap ginjalnya cocok dengan Ray sehingga kesehatan Ray bisa pulih kembali dengan cepat. Ternyata ginjal Ify dan Ray cocok sehingga operasi bisa segera dilakukan. Ify sangat senang dia bisa membantu sosok lelaki yang sangat dicintainya.
Tibalah saatnya operasi dilakukan. Ify menjalaninya dengan sepenuh hati dan tiada henti-hentinya berdoa agar dia dan Ray bisa selamat dalam operasi kali ini. Setiap usaha yang dijalani dengan iklas dan penuh doa ternyata menghasilkan hasil yang memuaskan. Operasi berjalan dengan lancar serta Ify dan Ray pun selamat.
“Dokter boleh saya tahu siapa orang baik yang telah mendonorkan ginjalnya kepada saya?” Tanya Ray kepada dokter setelah dia smbuh dari penyakitnya.
“Apa perempuan itu belum menemuai kamu? Dia orang yang membawa kamu saat kamu pingsan di mall. Setiap hari dia selalu kesini menjengukmu. Apa kamu tidak mengetahuinya?” seru dokter.
“Tidak dokter, saya tidak tahu. Apa perempuan itu Sylla kekasih saya.?” Tanya Ray.
“Sylla? Setahu saya namanya Ify bukan Sylla.” Jelas dokter. Ray terkejut. Ify, perempuan yang pernah dia sakiti telah mendonorkan ginjalnya kepadanya. Sedangkan Sylla pacarnya bahkan tidak pernah datang menjengukknya. Kini Ray sadar, selama ini dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar yaitu menyakiti perasaan Ify hanya untuk Sylla. Setelah itu Ray segera pergi ke rumah Ify untuk meminta maaf dan ingin menebus semua kesalahan yang pernah dilakukannya kepada Ify. Sesampai di rumah Ify, Ray langsung memeluknya.
“Ify, aku nyesel banget udah ninggalin kamu selama ini. Aku keliru lebih memilih Sylla daripada kamu. Tapi sekarang aku sadar kamulah cinta sejati aku. meskipun aku udah ninggalin kamu tapi kamu masih bersedia mendonorkan ginjalmu pada ku. Ify aku mau minta maaf sama kamu, meski aku sadar itu sudah terlambat. Kamu mau kan maafin aku?” kata Ray menangis sambil memeluk Ify dengan eratnya.
“Sebelum kamu melakukan kesalahan aku udah maafin kamu, Ray. Jadi kamu gak usah merasa bersalah seperti itu. Kamu inget kan janji aku dulu. Selamanya cintaku hanya untukmu. Tak ada yang lain hanya kamu seorang. ‘Cause, I really really love you. Jadi aku akan selalu nepatin janji aku itu untuk selalu mencintaimu.” Kata Ify seraya mengusap air mata Ray.
“Thanks Ify.  I’m promise. I will be the last for you. Aku janji aku gak akan pernah nyakitin perasaan kamu lagi. We will together forever. Aku ingin menjalani sisa hidupku denganmu. Kamu bersedia kan Ify?” harap Ray.
“Tentu” jawab Ify singkat. Mereka pun bahagia selamanya.


 TAMAT




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar