Cari Blog Ini

Jumat, 18 Oktober 2013

ARTI SEBUAH KERINDUAN

Sekarang  dia genap 3 bulan tinggal jauh dariku, tidak menemani hari-hariku, tidak bisa menemaniku pergi, tidak menyeka air mataku saat aku bersedih, tidak bisa membelaku ketika aku tersakiti. Meski bulan desember masih 2 bulan lagi tapi rasa kangen ku dengannya seperti tidak bisa ditangguhkan lagi. Memang setiap hari kami selalu berkomunikasi, berkirim pesan ataupun berbicara lewat telepon. Tapi rasa kangen itu tetap saja tak bisa beranjak ataupun terobati. Siang itu tanggal, aku datang ke rumahnya bersama teman-teman karena aku tak ingin melewatkan kesempatan terakhirku untuk bersamanya mengingat kami akan berpisah dalam waktu yang cukup lama menurutku. Aku disambut baik dirumahnya. Aku tersenyum melihatnya. Dia juga. Tapi jujur, sekitar 2 jam-an aku dirumahnya sebelum dia terbang, hatiku terasa tercabik-cabik. Ingin rasanya aku menahannya untuk pergi, memegangi tangannya, memeluknya agar dia tak bisa beranjak apalagi pergi jauh dariku. Disisi lain aku tak ingin merusak impiannya. Itu sama saja aku memotong sayap burung, burung tersebut memang tidak akan lari tapi burung tanpa sayap bukan burung lagi dan manusia tanpa mimpi sudah bukan manusia lagi. Dia mempunyai semangat dan keyakinan yang sangat kuat untuk menjalani dan mengejar mimpinya itu, dan aku harus mendukungnya sekalipun aku harus terpisah dulu darinya. Tapi aku akan tetap tersenyum dan mendukung apapun yang dia lakukan. Dia adalah satu – satunya pria yang bisa membuatku tersenyum bahagia dan merasa menjadi wanita sempurna karena dia yang telah mengenalkanku dengan suatu hal yang sangat luar biasa, yaitu cinta. Aku memang tak bisa mendeskripsikan apa itu cinta yang sesungguhnya. Yang aku tahu aku tak bisa tanpanya. Aku selalu enggan melakukan apapun jika dia tak ada dibelakangku. Dia seperti bulan dan aku seperti bumi. Jika bulan tak ada, bumi akan gelap gulita saat malam memeluk. Begitu juga aku akan buta jika tanpa sinar darinya yang selalu meletupkan semangatku untuk menjalani hari demi hari. Sore itu, aku mengikutinya menunggu bus. Tapi yang membuatku sangat sedih adalah aku datang tepat saat bus yang dinaikinya datang. Dia menghampiriku. Aku tak bisa melontarkan apapun hanya cucuran air mata yang bisa menjelaskan perasaanku saat itu. Saat itu aku sadar inilah saat yang tepat aku menunjukkan keseriusanku padanya. Pria yang baik, dibelakangnya pasti ada wanita yang hebat. Dan aku ingin menjadi salah satu wanita hebat itu. Aku harap ini akan membuatnya semakin sayang kepadaku. Dia naik bus, melambaikan tangan dan sempat tersenyum padaku. Ya Tuhan aku tak kuasa membendung air mata ini lagi. Bus berjalan dan aku pulang kerumah, sepanjang perjalanan air mataku terus menetes dibenakku mulai terputar kisah – kisah indah yang kujalani dengannya. Semua itu terlalu indah hingga aku berat melepasnya pergi. Tapi aku tahu aku tidak boleh egois, ini demi kebaikannya, dan aku harus mendukungnya. Aku mencintainya karena suatu alasan yang tidak bisa ku jelaskan . Ketika dia pergi, aku kehilangan, juga dengan suatu alasan yang tidak bisa kujelaskan. 5 bulan aku mengikat tali kasih dengannya, dan 3 bulan berada jauh darinya membuatku mengerti suatu hal yaitu ARTI SEBUAH KERINDUAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar